Minggu, 19 Januari 2025
Seriusan Nih Bokap Gue Pernah Ikut Menwa Sampai Niat Daftar Masuk TNI?
Sabtu, 07 Desember 2024
Bingung Mau Bahas Apa Gue...
Selasa, 22 Oktober 2024
Gue Pamit Dulu...
Minggu, 20 Oktober 2024
Gaya Boleh Tomboy, Tapi Tomboy Ga Selamanya Suka Sesama Jenis Bahkan Jadi Biseksual
Rabu, 15 November 2023
Menjawab Netizen yang Otaknya Ga Nyampe
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Gue mau langsung to the point aja untuk kali ini menjawab para netijen yang otaknya ga nyampe soal boikot memboikot. Akhir akhir ini seperti yang kita tau bahwa Palestina terus menerus dibombardir oleh Zionisme Israel. Bahkan menurut gue, tindakan Israel emang biadab. Banyak korban luluh lantah di Palestina. Kebanyakan bayi-bayi, anak-anak, bahkan perempuan-perempuan yang jadi korban kebiadaban Israel yang ingin merampas tanah Palestina. Lalu kompeni-kompeni terkenal yang pro Zionisme memberi dana untuk menghancurkan rakyat Palestina yakni untuk pembelian senjata. Contohnya adalah McD. Gue kasih satu contoh aja. Ada berapa banyak lagi brand-brand yang mendukung dan memberi dana untuk para zionis biadab itu. Jadi McD cabangnya udah banyak di seluruh negara. Di Indonesia aja cabangnya banyak banget dan bisa ditemui dimana-mana. Setiap kali lo beli itu, maka sama dengan lo udah ngasih biaya atau ngasih pundi-pundi duit buat beli senjata untuk menghancurkan rakyat Palestina yang kini masih dijajah zionis. Ini gue cuma ngasih tau aja.
Dan akhir-akhir ini juga gue udah lihat MUI udah mengeluarkan fatwa bahwa membeli atau menggunakan produk-produk yang terafiliasi mendanai zionis Israel bahkan yang pro Israel itu hukumnya HARAM. Dan itu pun menurut gue MUI ga asal menetapkan fatwa. Mereka juga pasti menyiapkan ini secara matang-matang demi membela saudara-saudara di Palestina. Dengan cara memboikot inilah justru para zionis Israel ga bakalan bisa menghancurkan rakyat Palestina dengan cara apapun. Terlebih lagi lewat pendanaan dari beberapa brand yang pro Israel untuk membeli senjata untuk memusnahkan rakyat Palestina. Memang sampai sekarang masih terus terjadi dan ini udah termasuk genosida. Maka satu-satunya cara ya boikot produk-produk yang terafiliasi pro Israel. Untuk melawan Israel bukan cuma lewat cara perang langsung di tempatnya, tapi juga secara ga langsung dengan cara apapun. Terus disitu timbul pertanyaan, kok Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, Google, YouTube, WhatsApp nggak kenapa ga sekalian diboikot? Pertanyaan itu yang seringkali gue lihat di platform manapun, entah itu dari Twitter maupun Instagram.
Gue sering lihat comment netijen yang julid apalagi yang otaknya ga nyampe. Ini harus gue sampaikan, netijen yang bilang gitu artinya otaknya ga nyampe. Gue cuma mau ngasih tau aja. Perang itu ga cuma harus perang langsung ke tanah Palestina nya yang masih sampai sekarang dijajah zionis Israel, perang juga kan bisa dengan cara ga langsung. Lewat platform social media pun juga bisa dijadikan sarana untuk berperang melawan Israel. Di platform begitu pasti ada informasi yang sengaja diplintir-plintir ama media-media barat, terlebih lagi oleh buzzer-buzzer bayaran zionis untuk menipu daya orang-orang agar percaya dengan mereka. Padahal sebenarnya secara langsung mereka mau menipu dengan memberikan informasi palsu terkait orang-orang Palestina yang mereka nilai orang-orang yang jahat, lalu Hamas buatan zionis, dan masih banyak lagi info yang sengaja diplintir-plintir oleh media barat, buzzer-buzzer zionis, bahkan beberapa ustad beraliran Wahabi yang secara langsung ikut plintir-plintir soal itu. Maka dari itu harus kita lawan juga lewat platform tersebut dengan menyampaikan kebenaran yang sebenarnya terjadi dan info yang betul alias yang asli secara langsung lewat platform tersebut.
Lagipula, media social juga kan bisa dijadikan alat untuk perang dengan cara ga langsung. Jadi kalo masih timbul comment-comment netijen yang sok tau begitu, kita jawab aja dengan simple. Media social itu cuma alat atau sarana secara ga langsung juga untuk berperang melawan zionis. Jadi untuk apa diboikot kalo social media? Social media hanyalah sarana untuk berperang. Kalo ga ada social media, lalu dengan mudahnya para zionis membuat informasi palsu terkait Palestina gimana? Apakah kudu diem gitu aja? Apa kudu ga usah pake juga? Makanya otaknya dipake lah wahai netijen sebelum asal jeplak comment bilang-bilang "Ga sekalian aja tuh Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, YouTube, Google diboikot?". Saran gue ya mikirnya ga usah kependekan dah, otaknya pada ga nyampe! Kan udah gue bilang, perang itu ga harus secara langsung kesana. Secara ga langsung pun juga bisa. Entah itu kita serang secara perekonomiannya, entah itu kita serang secara cyber nya, bisa kan.
Terus yang comment ke MUI bahwa MUI asal main bikin fatwa sebenernya itu otaknya juga masih belum nyampe. Disini gue tekankan lagi, bahwa MUI ga sembarangan mengeluarkan fatwa tanpa mikir panjang. Mereka juga kan mikir dulu sebelum membuat fatwa dan akhirnya disetujui dan disahkan. Ada rujukannya, dan ada tujuannya. Ga langsung asal jeplak main bikin fatwa seenak jidat. Mereka juga pasti bikin itu secara matang. MUI bikin fatwa menggunakan barang atau membeli barang yang terafiliasi pro Israel itu haram pun pasti ada tujuannya. Ya itu tadi, biar kompeni-kompeni yang pro Israel itu ga dapat lagi mendanai zionis Israel untuk membeli senjata-senjata untuk memusnahkan rakyat Palestina. Itu juga kan demi saudara-saudara yang ada di Palestina untuk merdeka. Dan aturan itupun juga sedang disosialisasikan secara menyeluruh, artinya ga langsung diterapkan. Bertahap dan memang harus disosialisasikan. Jadinya kan biar tau, oh kalo pake atau beli produk ini tuh sama aja kita membeli senjata-senjata untuk memusnahkan rakyat Palestina. Jangan sampai beli produk itu atau jangan sampai pake lagi produk itu demi apa? Demi saudara-saudara kita yang berada di Palestina sana.
Yahhhh... Itu aja kalo dari gue.
Jadi kalo masih ada netijen yang comment gitu artinya otaknya belum nyampe, mikirnya masih kejauhan. Kalo gue bilang DUNGU agak kasar juga, tapi memang begitulah... Ahhhhh... Gue beneran deh ga abis pikir ama netijen yang mikirnya ga nyampe, ilmunya belom nyampe, ilmunya belom fasih.
Sekian terimakasih, dan mari kita serukan bersama-sama FREE PALESTINE!!! PALESTINA MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!!!
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sabtu, 24 Juni 2023
Gue Nyerah untuk yang Keenam Kalinya Bertemu 7Icons
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Akhir-akhir ini udah 2 hari gue galau gegara ga bisa ketemu idola gue 7 Icons untuk yang keenam kalinya. Kemaren gue beneran ga bisa tidur entah kenapa dan apa yang terjadi sehingga gue ga bisa tidur semalaman. Udah gue coba cari posisi yang pas, ditemenin ama radio yang biasa gue pake buat dengerin lagu jadul tiap malam tetep ga bisa tidur. Semenjak kejadian gue bikin story tentang perjuangan gue untuk bertemu idola gue yang berakhir dengan "Ya udahlah, gue nyerah. Mungkin bukan waktu yang tepat juga untuk ketemu 7Icons walaupun kemungkinannya kecil ga kayak waktu awal-awal sering wara wiri di TV bahkan di radio maupun acara off air.", gue beneran jadi susah tidur. Makan pun gue beneran cuma dikit, kalo ada kangkung gue cuma tambulin tanpa nasi, sisanya gue makan mie, abis itu ngopi untuk ngilangin stress gue gegara mikirin bertahun-tahun pengen ketemu 7Icons cuma berakhir dengan kata "NYERAH".
Sebisa mungkin gue ngilangin rasa kecewa gue dan kembali untuk melupakan mimpi gue untuk bertemu idola gue 7Icons yang berakhir dengan perih juga. Terkadang gue suka nangis tanpa suara bahkan bergumam di kamar tanpa orang lain yang ada di rumah harus tau apa yang gue rasain akhir-akhir ini. Tahun 2011, keinginan untuk bertemu 7Icons mulai tumbuh semenjak gue ketemu idola gue di dunia mimpi. Namun ga dibolehin begitu ada live music langsung di lokasi yang ga jauh dari rumah gue. Pertama kalinya gue kecewa untuk yang pertama kalinya ga bisa ketemu idola gue. Tapi gue ga begitu aja mudah nyerah. Tahun 2013 ada acara off air di Bandung, gue mau nonton langsung ke lokasi dan bertemu langsung dengan idola gue, tapi lagi dan lagi gue dilarang kesana ama nyokap, bokap bahkan teteh gue. Alasannya karena desak-desakan. Terus apa bedanya dengan dateng ke acara keagamaan, dateng ke pasar kaget atau pasar lainnya untuk belanja, ke supermarket, ikut ujian yang segitu banyak pesertanya, bahkan ke acara bazar? Sama-sama resikonya desak-desakan juga pada akhirnya.
Lalu di tahun 2014 ada acara off air lagi di Bandung, lokasinya di MIM. Itu juga acara ulang tahun salah satu radio swasta di Bandung, dan kebetulan bintang tamunya ada 7 Icons. Diijinin sih, tapi ujung-ujungnya ga berangkat pertanda ga dibolehin lagi dan lagi untuk bertemu idola gue. Lalu tahun 2015 ada acara ketemuan gitu lah ama Iconia (sebutan buat fans nya 7 Icons), cuma lokasinya di BIP. Agak jauh dari rumah gue, gue minta lagi untuk pengen ketemu ama idola gue. Yang di rumah diem, ga ngomong apa-apa. Feeling gue udah ga enak. Pasti lagi dan lagi dilarang lagi. Ternyata benar saja, emang sebenernya ngelarang gue untuk bertemu idola gue tanpa ngomong A I U E O sekalipun. Karena gagal lagi untuk yang keempat kalinya, gue ga sebegitu nyerahnya. Akhirnya ada salah satu acara dari salah satu stasiun TV (gue ga mau nyebut nama acaranya apa, soalnya gue pribadi udah muak banget ama acara itu gegara gue ga bisa bertemu idola gue. Gue ga benci ama idola gue, tapi gue benci ama acaranya) yang acaranya tuh bisa mewujudkan apa yang diinginkan. Gue mikir mungkin dengan cara ini gue bisa ketemu 7 Icons untuk yang pertama kalinya walaupun udah 4 kali berakhir dengan kegagalan. Akhirnya gue bikin CV untuk dikirimkan ke stasiun TV itu yang nayangin acara itu. Mungkin dengan jalan ini, pasti bisa! Butuh waktu sekitar 2 hari untuk nyelesain CV itu untuk gue kirim ke salah satu stasiun TV itu lewat e-mail. Begitu udah jadi langsung gur kirim. Dengan begitu yakin pasti dengan jalan ini gue bisa ketemu idola gue. Seminggu gue nunggu jawaban dari sana belum ada jawaban, dan 2 minggu pun tetep aja ga ada jawaban sama sekali. Feeling gue lagi-lagi ga enak. Pasti gagal lagi. Benar saja, gue gagal lagi karena ga ada jawaban sama sekali dari pihak situ. Dan justru berakhir dengan rasa "Gue muak nonton acara itu lagi! Cuma bohongin orang mulu! Gue ga mau nonton acara itu lagi! Pokoknya kalo acara itu tayang, gue ga mau nonton acara itu lagi! Gue eneg!" udah, gue nyerah pada akhirnya.
Puncaknya di pertengahan bulan, masih di tahun 2015, emosi gue disitu bener-bener ga bisa gue kendalikan. Album foto yang isinya foto 7 Icons dari hasil ngeprint (gue download fotonya dari web, terus gue print pake photo paper yang gue dapet FREE dari printer nya) pake kertas foto gue banting kenceng-kenceng ke lantai, fotonya gue sobek-sobek ga bersisa dan gue bakar fotonya. Untuk foto idola gue yang lagi foto ama fans nya walaupun hasil jepretannya bagus menurut gue, gue apusin, gue sisain foto idola gue doang. Mau teriak apalagi nangis sekenceng mungkin pun ga bisa karena situasinya gue lagi di rumah, dan di rumah lagi ada orang. Udah disitu gue bener-bener kecewa dengan diri gue sendiri kenapa gue selalu gagal dalam hal bertemu idola gue. Udah kayak "Ya Allah... Gue muak dengan diri gue! Kenapa gue gagal ulu ketemu 7 Icons?! Seenggaknya kasih gue sekali kesempatan untuk bertemu! Gue ga minta banyak! Gue cuma mau ketemu 7 Icons sekali aja seumur hidup!!! Ga minta apa-apa lagi!", beneran udah capek dan udah bener-bener putus asa. Peluang banyak, tapi gagal terus! Udah beneran sakit rasanya 5 kali gagal. Mana era Boy Group Girl Group udah dikit-dikit mulai redup, kesempatan untuk bertemu idolaku cuma sedikit, ga segede waktu masih wara wiri di TV bahkan di radio bahkan acara off air tiap hari! Udah beneran dari situ akhirnya timbul rasa iri dengan orang lain yang sangat beruntung banget, banget dan banget bisa bertemu idolanya ampe minta foto bareng, signature dan ngobrol panjang lebar ama idolanya. Yang lain kok bisa ketemu idolanya, masa gue ga bisa?! Udah mah bisa foto bareng, ngobrol banyak, minta signature! Udah deh disitu timbul rasa iri, campur rasa cemburu juga. Kalaupun nonton videonya atau sesekali liat foto fans ama idolanya yang beneran beruntung banget lewat social media pun suka sedih campur kecewa. Dan gue akhirnya memutuskan untuk melupakan mimpi gue untuk bertemu 7 Icons. Bahkan perlahan-lahan gue melupakan idola gue, 7 Icons lantaran kecewa dengan diri gue sendiri yang selamanya ga bisa bertemu idola gue sekali seumur hidup. Karena ga mungkin juga orang kayak gue bisa ketemu idola gue!
Akhirnya, gue perlahan-lahan mulai melupakan idola gue bahkan mimpi gue untuk bertemu 7 Icons beneran dengan rasa sedih, dan kecewa. Gue cuma kecewa dengan diri gue sendiri, kenapa gue ga bisa ketemu idola gue? Ya udahlah! Kalo gitu...
GUE NYERAH AJA! CAPEK!!!
UNTUK APA GUE BERMIMPI BERTEMU 7 ICONS TERLALU TINGGI DAN NGAREP BANYAK UNTUK BERTEMU IDOLA GUE SATU KALI SAJA KALO UJUNG-UJUNGNYA DIWARNAI KEGAGALAN LAGI???!!!
2011 GAGAL, 2013 GAGAL LAGI, 2014 KEMBALI MENELAN PIL PAHIT KEGAGALAN, 2015 DUA KALI GAGAL DAN LAGI LAGI KEMBALI GUE TELAN PIL PAHIT!!!
GUE NYERAH AJA!!!
Untuk mengikis rasa sedih dan kecewa gue, kadang dengerin musik, kadang kalo diajak pergi ikut nimbrung, jaman kuliah gue hang out sendiri, makan makanan yang gue suka buat ngelupain mimpi gue untuk bertemu 7 Icons. Di tahun 2020, rasa sakit yang udah hilang lalu ada kabar 7 Icons comeback again, akhrinya disitu gue coba untuk bangkit lagi walaupun ga 100% keinginan gue untuk bertemu 7 Icons lebih besar peluangnya kayak waktu masih sering wara wiri di TV. Kalo ada MV nya, terus ampe konten-kontennya gue pasti suka nonton dan ga pernah ketinggalan jadwal kapan konten itu akan tayang. Kalaupun mau comment pun sebenernya bukannya ga mau, tapi gue bingung mau ngomong apa gitu lho walaupun hanya di beberapa konten aja. Jadi gue cuma like. Dan gue pastinya subscribe channelnya 7 Icons karena gue pun ga mau ketinggalan update. Tahun 2023 dikejutkan dengan announcement dari salah satu festival, yakni "PLAYLIST FESTIVAL 2023" yang diadain bulan Februari di Bandung. Di list nya ada 7 Icons. Wah... Langsung dalam hati gue, mungkin ini bisa jadi peluang walaupun ga sebesar waktu dulu untuk bertemu idola gue untuk yang pertama kalinya walaupun udah 5 kali gagal mulu. Tapi di sisi lain, gue juga mikir kalo ke festival pun beli tiket pasti pake duit, dan duit gue lagi kurang cukup untuk beli tiket masuk festival itu. Lalu belum ijin dari nyokap bahkan bokap. Ga mungkin ngasih ijin kalo ke acara festival musik bahkan acara kampanye gede-gedean, kecuali kalo ke acara tabligh akbar, ke acara pengajian, ke pasar kaget, ke acara festival jajanan, ke acara kawinan, ke tempat ujian kenaikan tingkat MAHATMA, ke mall untuk jalan-jalan bahkan makan-makan, ke tempat rekreasi, ke supermarket gede, ke restoran waktu jaman gue tiap sabtu ampe minggu casual an buat cari uang, ke GOR buat olahraga, ikut pesantren karena permintaan nyokap, baru dikasih ijin. Giliran ke festival musik ga boleh! Ini juga yang akhir-akhir ini jadi mimpi gue yang kedua. Pertama, gue pengen ketemu 7 Icons, kedua, gue mau nonton festival atau konser secara langsung di tempat untuk yang pertama kalinya hanya satu kali seumur hidup.
Terus di meja makan, teteh gue ngegodain gue. "De, ntar ada 7 Icons lho. Mau nggak nonton kesana?" gue jawab aja "Ga ada duitnya ah! Kan ke sono juga pake duit, belom beli tiketnya, belom dapet ijin dari emak. Belom tentu emak kasih ijin. Emangnya teteh mau nonton ke situ? Kan disitu juga ada kesukaan teteh, Westlife. Ga bakalan kesana tuh liat Westlife? Kan itu juga kesukaan teteh." "Nggak ah. Silakan aja. Ade aja yang nonton deh." Gue juga sebenernya mau nonton, cuma pertimbangannya banyak banget. Pertama kondisi financial apakah cukup buat kesana bahkan beli tiket, kedua ijin dari emak dan bapak apakah ngasih ijin atau nggaknya. Tapi gue kalo nonton idola gue langsung kesitu pun pasti akan jadi peluang gue untuk bertemu langsung dengan 7 Icons untuk yang pertama kalinya walaupun udah 5 kali gagal, dan pasti kali ini berhasil. Tapi lagi dan lagi, gue mengurungkan niat gue untuk bertemu 7 Icons dengan begitu banyak pertimbangan walaupun berakhir dengan perih lagi untuk yang kesekian kalinya. Jadi ditotal udah 6 kali gagal bertemu 7Icons. Terkadang kalo gue nonton videonya pas lagi LIVE di PLAYLIST FESTIVAL 2023 pun terkadang suka pengen nangis lantaran ingat dengan kegagalan gue bertemu 7 Icons untuk yang keenam kalinya. Rasanya pengen ketemu langsung, cuma mungkin nasib gue yang apes mulu berkali-kali jadinya ga bisa lagi ketemu idola gue. Jadinya ya udahlah gue lagi dan lagi nyerah dan beneran udah putus asa. Kayak ga ada harapan lagi. Udahlah, bukan takdir gue juga apalagi bukan waktu yang tepat juga. Jadi lagi dan lagi kadang gue suka nangis sendiri meratapi kegagalan gue bertemu 7 Icons berkali-kali. Bukannya apa-apa, tapi gue cuma inget-inget kegagalan gue. Walaupun udah coba dulu deh sabar dulu, abis itu doa, ikhtiar, tawakkal. Beneran sedih, nyesek, ga tau mau ngomong apa lagi saking gagalnya untuk yang kesekian kalinya. Udah kayak ga ada harapan gitu aja.
Dan akhir-akhir ini gue udah 2 hari perasaan gue jadi ga tentu. Kemaren susah tidur, dan untuk cari posisi yang pas agak susah saking keingetan ama kegagalan gue untuk bertemu 7 Icons. Hari ini, gue bergumam sendiri sambil meratapi kesedihan gue. Agak nyesek juga rasanya. Udah berjuang berkali-kali, tapi berakhir dengan kegagalan. Emang udah nasib gue aja kali yang selalu diwarnai kegagalan dan selalu apes. Kadang kalo liat foto ama fans suka sedih sendiri dan lagi lagi meratapi rasa sedih gue karena nasib gue ga sebagus yang lain. Bisa ketemu idolanya, foto bareng bahkan ngobrol bareng tanpa basa basi.
Gue cuma mau bilang aja ama yang lain yang BENER BENER BERUNTUNG BANGET bisa bertemu idolanya.
CONGRATS, GUE TURUT BERBAHAGIA KARENA UDAH BERTEMU IDOLANYA!
GA KAYAK GUE YANG SELALU DIWARNAI KEGAGALAN!
2011 adalah mimpi pertama gue bertemu 7 Icons, idola gue di dunia mimpi dan menjadi peluang bertemu di kenyataan.
Tapi apa?! UJUNG-UJUNGNYA GAGAL DAN KECEWA UNTUK YANG PERTAMA KALINYA!!!
2013 berlanjut untuk mewujudkan apa yang gue mimpiin selama ini, bahkan gue kembali minta ijin ke nyokap dan bokap.
Tapi apa lagi-lagi?! UJUNG-UJUNGNYA KEMBALI GAGAL JUGA DAN GUE HARUS MENELAN KEMBALI PIL PAHIT KEGAGALAN KAN KEKECEWAAN GUE UNTUK YANG KEDUA KALINYA!!!
2014 lantaran tahun kemarin gagal, gue coba lagi untuk meyakinkan kedua orang tua gue untuk mewujudkan mimpi gue yang udah kandas dua kali untuk bertemu 7 Icons, idola gue yang dari tiga tahun lalu bertemu hanya di alam mimpi.
Tapi apa?! Walaupun diberi ijin, tapi sebenernya tanpa basa-basi udah fix LARANG GUE UNTUK BERTEMU IDOLA GUE!!!!
Dan ujung-ujungnya apa?! GUE LAGI LAGI MENELAN PIL PAHIT KEGAGALAN!!!
2015, gue coba lagi dan ga bakalan nyerah begitu aja. Dua kali di tahun itu gue coba untuk mewujudkan mimpi gue bertemu 7 Icons.
Pertama ke acara ketemuan bareng ICONIA, kedua kirim CV ke salah satu stasiun swasta yang ngadain acara yang bisa mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.
Namun apa?! GUE GAGAL LAGI!!!
Sudah 5 kali gagal, GUE BENERAN KECEWA DENGAN DIRI GUE SENDIRI!!! KENAPA YANG LAIN BISA BERUNTUNG, SEDANGKAN GUE SELALU GAGAL DAN GAGAL LAGI?!
Apakah gue ga pantas untuk bertemu idola gue sehingga selalu diwarnai dengan kegagalan?!
Kalo gue ga pantas bertemu idola gue katakan saja APA SUSAHNYA?! Dengan begitu GUE AKAN MELUPAKAN IDOLA GUE DAN MELUPAKAN MIMPI GUE!!!
Gue bingung mau ngomong apa lagi karena selalu diwarnai kegagalan yang berujung benci dengan diri gue sendiri kenapa gue selalu gagal bertemu idola gue berkali-kali?!
Tahun-tahun berikutnya, 2023 adalah tahun awal dimana akhirnya gue dikejutkan dengan announcement kalo idola gue 7 Icons bakalan perform di PLAYLIST FESTIVAL 2023 di Bandung, tempat tinggal gue.
Sudah 4 tahun terhitung dari tahun 2015 semenjak gue NGAMUK dan MARAH dengan diri gue sendiri lantaran merasa gagal ga bisa bertemu idola gue 5 kali, dan gue melupakan idola gue bahkan mimpi gue untuk bertemu idola gue.
Dan itu adalah kesempatan emas bagi gue untuk bertemu idola gue di tahun 2023.
Tapi apa?! GUE GAGAL LAGI, DAN INI UNTUK YANG KEENAM KALINYA!!!
GUE GAGAL GAGAL GAGAL GAGAL GAGAL!!! BENAR-BENAR GAGAL BERTEMU IDOLA GUE!!!
KENAPA HANYA GUE YANG GA BERUNTUNG, SEDANGKAN YANG LAIN MASIH BISA BERUNTUNG?!
APAKAH GUE GA PANTAS UNTUK BERTEMU DAN TERUS DAN TERUS BERMIMPI UNTUK BERTEMU IDOLA GUE?!
Mungkin itu aja dari gue, dan hari ini gue bener-bener lagi galau banget gegara mikirin nasib gue yang selalu diwarnai kegagalan. Yang beruntung, selamat. Gue turut seneng dan bahagia, yang gagal kayak gue, teruslah berjuang bagaimanapun itu walaupun berujung perih pada akhirnya.